Wednesday, November 21, 2018

Perayaan Maulid Nabi di Indonesia & di Luar Negeri

Perayaan Maulid Nabi di Indonesia & di Luar Negeri 

Di Indonesia  : 
Masyarakat Muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syairBarzanji dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa, bulan Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten. Adapun pawai endhog-endhogan yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa-Using di Banyuwangi, Jawa Timur.

Di Luar Negeri : 
Sebagian masyarakat Sunni dan Syiah di dunia merayakan Maulid Nabi. Sunni merayakannya pada tanggal 12 Rabiul Awal sedangkan Syiah merayakannya pada tanggal 17 Rabiul Awal, yang juga bertepatan dengan ulang tahun Imam Syiah yang keenam, yaitu Imam Ja'far ash-Shadiq.
Maulid dirayakan di banyak negara dengan penduduk mayoritas Muslim di dunia, serta di negara-negara lain di mana masyarakat Muslim banyak membentuk komunitas, contohnya antara lain di IndiaBritania RayaRusia[7] dan Kanada.[8][9][10][11][12][13][14][15][16]
Arab Saudi dan Qatar adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim yang tidak menjadikan Maulid sebagai hari libur resmi.[17]Partisipasi dalam ritual perayaan hari besar Islam ini umumnya dipandang sebagai ekspresi dari rasa keimanan dan kebangkitan keberagamaan bagi para penganutnya.[18]
Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Maulid_Nabi_Muhammad 


Tuesday, November 20, 2018

Mengenal Hari Anak Universal setiap tanggal 20 November 2018

Mengenal Hari Anak Universal yang Diperingati Setiap Tanggal 20 November


TRIBUNNEWS.COM - Beberapa hari yang lalu, kita merayakan peringatan Hari Ayah Nasional.
Selain ada peringatan Hari Ayah dan Hari Ibu, ternyata juga ada hari peringatan untuk anak-anak.
Yap, hari ini, 20 November diperingati sebagai Hari Anak Universal.

Apa itu Hari Anak Universal?
Hari Anak Universal yang diperingati setiap tanggal 20 November ini diresmikan pada tahun 1954 oleh United Nations atau Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
Tujuan dari dibuatnya Hari Anak Universal ini adalah untuk mempromosikan tentang kebersamaan internasional, kesadaran di antara anak-anak di seluruh dunia, dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak.
Setelah penetapan Hari Anak Universal pada tahun 1954, kemudian PBB mengadopsi atau menerapkan berbagai hak-hak anak yang diatur dalam berbagai aturan.
Ternyata anak-anak memiliki macam-macam hak.
Hak-hak itu antara lain mendapat perlindungan dan berbagai fasilitas, serta tidak dibedakan berdasarkan penampilannya.

Anak-anak juga harus mendapatkan fasilitas kesehatan yang baik dan mendapatkan pendidikan yang baik.
O iya, hak-hak anak yang diatur dalam Deklarasi Hak Anak ini juga mengatakan kalau ada teman-teman kita yang mempunyai disabilitas, juga harus diberikan fasilitas yang baik, lo.
Selain Deklarasi Hak Anak, melalui PBB, 191 negara juga menandatangani perjanjian yang disebut Konvensi Hak Anak, nih, teman-teman.
Konvensi Hak Anak ini adalah pelaksanaan dari hak anak yang sudah ada di Deklarasi Hak Anak, dan negara-negara yang menandatangani konvensi ini harus menjalankannya.
 
Pada peringatan Hari Anak Universal tahun 2018 ini, PBB mengajak kita untuk mengambil alih dunia dan mengubah dunia menjadi biru, lo. 
Mengubah dunia menjadi biru ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, nih, seperti teman-teman berfoto dengan memakai baju atau berbagai aksesoris berwarna biru.
Foto tersebut kemudian teman-teman unggah ke sosial media milik teman-teman.
Dengan foto-foto tersebut anak-anak akan menjadi sorotan di berbagai media, nih, seperti televisi, sosial media, dan berbagai media lainnya.
Dari kampanye yang dilakukan oleh PBB ini, menunjukkan kalau anak-anak juga bisa mengambil bagian untuk mengubah dunia.

sumber :  http://www.tribunnews.com/nasional/2018/11/20/mengenal-hari-anak-universal-yang-diperingati-setiap-tanggal-20-november

Tuesday, November 13, 2018

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW

SEJARAH MAULID NABI MUHAMMAD SAW
sekitar 1.400 tahun lalu, sosok bayi yang mulia lahir ke dunia. Sang Ayah, Abdullah bin Abdul Muthalib, menamai putra yang dilahirkan sang istri, Aminah, itu Muhammad.Lahirnya bayi yang kemudian menjadi Nabi ini merupakan momentum yang disambut penuh keceriaan oleh umat Islam sedunia. Mereka pun memperingatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara masing-masing.Umat Islam sempat bingung mengenai hukum memperingati hari lahirnya Nabi. Penyebabnya, Rasulullah sendiri maupun para sahabat tidak pernah mencontohkan peringatan ini.Ditambah lagi, awal mula dilaksanakannya peringatan ini untuk pertama kalinya juga masih simpang siur. Bahkan ada banyak versi mengenai peringatan ini.Naskah tertua mengenai peringatan Maulid Nabi adalah karya Jamaluddin Ibn Al Ma'mun, putra Al Ma'mun Ibn Bata'ihi, yang pernah menduduki posisi Perdana Menteri pada Dinasti Fatimiyah.Karya tersebut dikutip oleh Al Maqrizi dalam kitabnya, Mawa'iz Al I'tibar fi Khitat Misr Wa Al Amsar. Tetapi, catatan Al Maqrizi menyebut peringatan Maulid Nabi diselenggarakan pada tanggal 13 Rabiul Awal.Saat itu, khalifah Dinasti Fatimiyah menggelar peringatan Maulid Nabi dengan membagikan 6.000 dirham, 40 piring kue, gula-gula, caramel, madu, dan minyak wijen. Tidak ketinggalan 400 liter manisan dan 100 liter roti.Peringatan itu kemudian selalu digelar pada tanggal 12 atau 13 Rabi'ul Awal oleh pemerintah. Biasanya diisi ceramah, pembacaan ayat suci Alquran, serta pemberian hadiah.Saat Dinasti Fatimiyah runtuh oleh gempuran Shalahuddin Al Ayyubi, tokoh utama Dinasti Ayyubiyah yang beraliran Sunni, tetap mengadakan peringatan Maulid.
Peringatan ini dianggap sebagai wadah paling efektif dalam menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW dan Islam. Selain itu juga membangkitkan semangat jihad pasukan Islam.Catatan lain menyebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga digelar pada masa Dinasti Ayyubiyah di abad 10 Masehi. Tujuannya untuk memicu semangat mencontoh pribadi Nabi.Kala itu, kondisi umat sedang terpuruk lantaran gempuran Pasukan Salib. Semangat tempur pasukan Islam pun melemah.Shalahuddin sebagai sultan sekaligus panglima perang menggembleng kembali semangat Pasukan Islam untuk bertempur melawan Pasukan Salib. Saat itulah Maulid Nabi dianggap sebagai tonggak kebangkitan umat Islam kala itu.Hingga saat ini, peringatan Maulid Nabi tetap digelar di sejumlah negara. Bahkan di Irak dan Mesir, peringatan ini digelar dengan sangat meriah dalam bentuk festival.Umat Islam di Indonesia sendiri hingga saat ini terus menggelar perayaan Maulid Nabi. Ini karena Maulid Nabi adalah momentum untuk terus meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW, Nabi Akhir Zaman.

Allahumma shalli 'ala Muhammad...

sumber: https://m-dream-co-id.cdn.ampproject.org/v/s/m.dream.co.id/amp/orbit/peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw-menurut-sejarah-171130v.html?amp_js_v=a2&amp_gsa=1&usqp=mq331AQECAFYAQ%3D%3D#referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fm.dream.co.id%2Forbit%2Fperingatan-maulid-nabi-muhammad-saw-menurut-sejarah-171130v.html

Astronom Temukan Komet Baru, Begini Cara Lihatnya dari Indonesia

Astronom Temukan Komet Baru, Begini Cara Lihatnya dari Indonesia


KOMPAS.com - Para astronom baru saja menemukan sebuah komet baru. Menurut Minor Planet Center, Minggu (11/11/2018), komet ini pertama kali dilaporkan oleh Don Machholz.
Machholz mengamati komet tersebut secara visual pertama kali pada Rabu (07/11/2018) lalu atau sekitar Kamis (08/11/2018) dengan waktu Indonesia.
Dua pengamat Jepang, Shigehisa Fujikawa dan Masayuki Iwamoto, secara terpisah juga melihat obyek yang sama di waktu yang sama pula.
Temuan ini kemudian ditindaklanjuti oleh para astronom lainnya. Salah satunya oleh astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo.
Saat itu magnitudonya +10, sekarang sudah + 8," ungkap Marufin kepada Kompas.com, Senin (12/11/2018).
"Nampaknya bakal terang," imbuh Marufin.
Ketika ditanya apakah komet tersebut akan melintas di dekat Bumi, Marufin menjelaskan bahwa benda antariksa itu berjarak lumayan jauh.
Tapi perihelion (garis edar terdekat Matahari)-nya mencapai orbit Mekurius," ujar Marufin melalui pesan singkat.
"Bakal cukup terang, kalau (komet itu) nggak keburu hancur," tegasnya.

Terlihat dari Indonesia

Dia juga menjelaskan bahwa bahwa deklinasi (koordinat ekuator) komet ini negatif.
"Artinya mudah dilihat dari belahan Bumi selatan," tutur Marufin.
"Deklinasi maksimal -19, artinya dari kawasan garis khatulistiwa pun bisa terlihat hingga ketinggian 71 derajat. Cukup tinggi," tambahnya.

Meski terlihat dari Indonesia, Marufin menjelaskan bahwa komet ini merupakan jenis teleskopik. Dengan kata lain, komet ini tidak bisa teramati dengan mata telanjang.
Namun, bagi Anda yang ingin mengabadikan komet baru ini, Marufin memberikan sedikit tips.
"Potret menggunakan kamera DSLR dengan lensa 50 mm atau lebih besar," katanya.
Marufin juga sempat membuat simulasi waktu terbaik pengamatan komet ini. Sayangnya, hasil simulasi tersebut mengecewakan.
"Komet ini hanya bisa dilihat di saat fajat antara 12 hingga 22 November mendatang," kata Marufin.
"Selepas itu nggak nampak sama sekali dari Indonesia," tegasnya.
Dia menjelaskan pengamatan terbaik untuk komet ini adalah pukul 04.00 WIB.
"(Posisinya) ada di sisi utara Venus," ujar Marufin.
"Tapi dari hari ke hari posisinya makin menurun atau ketinggiannya makin rendah," jelasnya.
Untuk membedakan dengan benda langit lainnya, Anda bisa mengamati cahaya komet yang difus atau bukan titik cahaya tegas.

Komet Lain

Marufin juga menjelaskan bahwa bulan Desember mendtang akan ada dua komet terang. Pertama adalah komet ini yang diperkirakan akan memiliki magnitudo +7 pada Desember mendatang.
Kedua adalah komet Wirtanen yang memiliki magnitudo +3.5. Menurut teorinya, komet Wirtanen bisa dilihat tanpa alat.


Monday, November 12, 2018

Sejarah Kota Sukabumi

Pembukaan PerkebunanSunting

Sejarah Kota dan Kabupaten Sukabumi bermula dari pembukaan lahan perkebunan kopi di wilayah Priangan barat di masa pemerintahan kolonial VOC.[3][4] Karena besarnya permintaan akan komoditas kopi di Eropa, pada tahun 1709 Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck mulai membuka perkebunan kopi di daerah Tjibalagoeng (Bogor), TjiandjoerDjogdjoganPondok Kopo, dan Goenoeng Goeroeh.[5]Perkebunan kopi di kelima daerah ini lalu mengalami perluasan dan peningkatan di era pemerintahan Gubernur Jenderal Hendrick Zwaardecroon (1718-1725), dimana Bupati Tjiandjoer saat itu Wira Tanoe III mendapatkan perluasan wilayah dari Zwaardecroon dengan syarat adanya pembukaan ladang-ladang kopi baru di wilayah tersebut.[6][7]
Seiring waktu, kawasan sekitar perkebunan kopi di Goenoeng Goeroeh berkembang menjadi beberapa pemukiman kecil, salah-satunya adalah kampung Tjikole. Pada tahun 1776, Bupati Tjiandjoer Wiratanu VI membentuk Kepatihan Tjikole yang merupakan pendahulu dari Kabupaten Sukabumi saat ini. Kepatihan Tjikole terdiri dari enam distrik yaitu Distrik Goenoeng ParangTjimahiTjiheoelangTjitjoeroegDjampang Koelon, dan Djampang Tengah. Pusat kepatihannya berada di Tjikole, dikarenakan Tjikole dipandang memiliki lokasi yang sangat strategis untuk komunikasi antara Batavia dan Tjiandjoer yang saat itu merupakan ibukota dari Karesidenan Priangan.

Penggunaan nama SoekaboemiSunting

Nama "Soekaboemi" pertama kali digunakan di tanggal 13 Januari 1815 dalam catatan arsip Hindia Belanda oleh Andries Christoffel Johannes de Wilde, seorang ahli bedah dan administratur perkebunan kopi dan teh berkebangsaan Belanda (Preanger Planter) yang membuka lahan perkebunan di Kepatihan Tjikole. Dalam laporan surveynya, De Wilde mencantumkan nama Soeka Boemi sebagai tempat ia menginap di Kepatihan Tjikole. De Wilde lalu mengirim surat kepada temannya Nicolaus Engelhard[8] yang menjabat sebagai administrator Hindia Belanda,[9] dimana ia meminta Engelhard untuk mengajukan penggantian nama Kepatihan Tjikole menjadi Kepatihan Soekaboemi kepada Thomas Stamford Raffles, Gubernur Hindia Belanda saat itu.
Terdapat dua pendapat mengenai asal nama Sukabumi yang digunakan oleh De Wilde. Pendapat pertama mengatakan bahwa nama Sukabumi berasal dari kata Bahasa Sunda, yaitu Suka dan Bumen (Menetap) yang bermakna suatu kawasan yang disukai untuk menetap, dikarenakan iklim Sukabumi yang sejuk. Pendapat kedua mengatakan bahwa nama Sukabumi berasal dari kata Bahasa Sanskerta, yaitu Suka (kesenangan, kebahagiaan, kesukaan) dan Bhumi (Bumi, Tanah) sehingga nama Sukabumi memiliki arti "Bumi yang disenangi" atau "Bumi yang disukai".
De Wilde sendiri lalu menjual kembali tanahnya di Soekaboemi kepada pemerintah Hindia Belandapada tahun 1823.[10] Lokasi strategis Soekaboemi diantara Batavia dan Bandoeng dan hasil buminya yang banyak menyumbang pemasukan bagi pemerintah Hindia Belanda merupakan faktor dibangunnya jalur kereta dari Boeitenzorg ke Soekaboemi yang terhubung pada tahun 1882. Jalur yang dibangun oleh perusahaan Staatspoorwagen ini menjadi jantung distribusi dalam pengangkutan hasil bumi seperti teh, kopi, dan kina ke pelabuhan Tandjoeng Priok di Batavia.
Soekaboemi merupakan tempat percetakan surat kabar keturunan Tionghoa pertama di Indonesia yaitu Li Po pada tahun 1901 yang berbahasa Melayu-Tionghoa.

Kotapraja SoekaboemiSunting

Status Soekaboemi sebagai kota sendiri dimulai pada 1 April 1914, dimana pemerintahan Hindia Belanda meresmikan Soekaboemi sebagai Gemeente (Kotapraja) dikarenakan populasi bangsa Eropa yang berdomisili cukup signifikan. Tanggal 1 April dipilih untuk memperingati kemenangan kelompok Geuzen (leluhur bangsa Belanda) dalam merebut kota Brielle dari tangan Spanyol dalam Perang Delapan Puluh Tahunyang terjadi pada 1 April 1572. Pemerintahan kota Soekaboemi sendiri baru terbentuk di pada 1 Mei 1926, dengan burgemeester (wali kota) pertamanya George François Rambonnet. Selama masa terbentuknya Kotapraja sampai ke pendudukan Jepang, terjadi pembangunan Soekaboemi Treinstation (Stasiun Sukabumi), Moskee te Soekaboemi (Masjid Agung), Pinkstergemeente (Gereja Pantekosta), Rooms-katholieke kerk (Gereja Katolik Santo Yoseph), Bethelkerk (Gereja Bethel), Bataksche kerk (HKBP Pasundan), Waterkrachtwerk Oebroeg (PLTA Ubrug), Onderstation Lemboersitoe (Gardu induk Lembursitu), dan Politieschool (Sekolah Pembentukan Perwira Polri).[11][12][13]
Menjelang akhir kekuasaan Hindia Belanda, Sukabumi menjadi tempat tujuan pengasingan bagi beberapa tokoh nasional Indonesia seperti Mohammad HattaSutan Syahrir dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Pernah juga diadakan pertemuan diplomatik antara Ichizo Kobayashisebagai perwakilan dari Jepang dengan Hubertus Johannes van Mook pada Oktober 1940 yang membahas mengenai kerjasama dagang antara Jepang dan Hindia Belanda.[14]

Soekaboemi di era pendudukan JepangSunting

Di pertengahan masa Perang Dunia Kedua, Kekaisaran Jepang melancarkan serangan ke Hindia Belanda pada 8 Desember 1941, dimana Soekaboemi jatuh ke tangan Jepang di tanggal 7 Maret 1942. Di masa pendudukan Jepang, Soekaboemi menjadi tempat pertemuan Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir dengan perwakilan Jepang untuk membahas mengenai masa depan Hindia Belanda, namun keduanya malah mendapatkan status sebagai tahanan kota. Soekaboemi juga menjadi salah-satu tempat penahanan tawanan perang dari Amerika Serikat dan Australia di Indonesia.

Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Sukabumi

Wednesday, November 7, 2018

Inilah 10 Janji Allah kepada Orang Beriman

Inilah 10 Janji Allah kepada Orang Beriman 

REPUBLIKA.CO.ID,  Alquran terdapat sekian banyak janji mulia dan istimewa yang ditawarkan kepada orang-orang yang memiliki keimanan, baik janji-janji di dunia maupun janji-janji di akhirat.
Janji-janji akhirat yang diberikan bagi mereka yang beriman tidak terhitung jumlahnya dalam kitab suci itu karena amat banyak.
Adapun janji-janji di dunia yang disebut secara terang-terangan (eksplisit), setidak-tidaknya ada sepuluh macam. Berikut ini adalah sepuluh janji di dunia itu.
1. Allah SWT berjanji akan menolong orang-orang yang beriman. Sebagaimana firman Allah SWT, "... Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman." (QS. Ar-Ruum: 47).

2. Diberikan advokasi atau pembelaan (ad-difa'). Allah SWT berfirman, ”Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang ber­iman...” (QS. Al-Hajj:38).

3. Mendapatkan perlindungan kasih sayang (Al-wilayah). Allah SWT berfirman, ”Allah Pelindung orang-orang yang beriman.... ” (QS. Al-Baqarah: 257).

4. Ditunjukkan kepada jalan yang benar (Al-hidayah). Didasarkan firman Allah SWT, ”... Sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang- orang yang beriman kepada jalan yang lurus. ” (QS. Al-Hajj: 54).

5. Orang-orang kafir tidak akan diberikan jalan untuk memusnahkan mereka dari muka bumi (adamu taslithiil kafirin). Allah SWT berfirman,"Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-oriing kafir.” (QS. An-Nisa.i : 141).

6. Diberikan kekuasaan di dunia dan diberikan kemapanan dalam segala bidang. Allah SWT berfirman, "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah meiyadikan berkuasa orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan (memberikan kemapanan) agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.” (QS. An-Nuur; 55).

7. Keberkahan dari langit dan bumi, seperti sumber daya alam yang melimpah serta rezeki yang lezat (Al-barakah dan ar-rizqu ath-thayyib). Allah SWT berfirman, "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raaf: 96).

8. Kemuliaan dan kejayaan (Al-izzah). Allah SWT berfirman, ”Padahal kekuatan (kemuliaan) itu hanyalah bagi Allah bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang yang berinar (mukmin).” (QS. Al-Munafiquun: 8).

9. Kehidupan yang baik (al-hayah ath-thayyibah) Allah SWT berfirman,"Barangsiapa mengerjakan amal saleh baik laki-laki mau­pun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik." (QS. An- Nahl: 97).

10. Diberikan kemenangan (Al-fAth). Allah SWT berfirman, ”Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenang­an (kepada Rasul-Nya) atau suatu keputusan dari sisi-Nya.." (QS. Al-Maa'idah: 52).

Dengan janji-janji yang menggiurkan tersebut tentu kualifikasi (penyeleksian) orang-orang yang dikategorikan sebagai memiliki keimanan sangat ketat. Jika tidak, tentulah banyak orang, bahkan semua orang, yang akan mengaku-aku diri sebagai orang beriman.
Untuk menghindari ini dan untuk mengukur pula seberapa kadar keimanan manusia, dilakukanlah proses tes terlebih dahulu, tes keimanan, sebagaimana tes ini dilakukan terhadap generasi-generasi dahulu.

Allah SWT berfirman, "Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, 'Kami telah beriman,’ sedang mereka belum diuji ? Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang- orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang- orang yang dusta.” (QS. Al-'Ankabuut: 2-3)

Tuesday, November 6, 2018

Khawatir Pencarian Korban Lion Air Dihentikan, Keluarga Ini Tak Mau Ikut Tabur Bunga

Khawatir Pencarian Korban Lion Air Dihentikan, Keluarga Ini Tak Mau Ikut Tabur Bunga   

 Aksi Pasukan Katak TNI AL Cari Korban Lion Air Jatuh 

Liputan6.com, Jakarta - Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP membawa duka para keluarga korban. Meski sudah lebih dari sepekan, namun belum semua penumpang berhasil dievakuasi dan teridentifikasi.
Para keluarga korban menggelar doa bersama dan menabur bunga di titik jatuhnya pesawat Boeing dengan nomor penerbangan JT 610 di Perairan Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018) siang.


Namun begitu, tidak semua keluarga korban menerima acara doa bersama dan tabur bunga yang digagas pemerintah. Salah satu keluarga yang menolak acara itu adalah keluarga Arif Yustian (20), korban Lion Air, warga Kampung Kelapa No 83, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.
Sariyoso, orangtua Arif Yustian menolak acara tersebut dan lebih memilih diam di rumah sambil menunggu kabar jasad anaknya ditemukan.
"Saya nggak mau. Ya karena saya masih berharap jasad anak saya ditemukan meskipun kondisinya sudah tidak utuh," kata Sariyoso, Selasa (6/11/2018).
Sariyoso mengaku dirinya berangkat ke Jakarta ketika diminta oleh pihak DVI Polri maupun maskapai penerbangan Lion Air. Seperti halnya melengkapi dokumen keluarga sebagai syarat klaim asuransi kematian anaknya maupun memberikan sampel DNA.
"Seperti tadi pagi, saya datang bawa dokumen yang diminta Polri untuk persyaratan pencairan asuransi. Selanjutnya ke crisis center di Hotel Ibis didampingi rekan kerja anak saya," ujar bapak lima anak ini.
Tak hanya acara tabur bunga dan doa bersama, fasilitas penginapan yang diberikan pihak Lion Air pun dia tolak. Manajemen Lion Air memberikan tempat menginap di hotel untuk memudahkan koordinasi antara keluarga korban dengan pihak kepolisian maupun maskapai penerbangan tersebut.
"Ya pulang pergi Bogor-Jakarta," ungkap Sariyoso.
Maman Darmanto, rekan kerja Arif Yustian di PT Sky Pasific Indonesia membenarkan bahwa keluarga korban menolak tawaran penginapan yang diberikan pihak Lion Air, dengan alasan karena adik-adik Yustian harus tetap sekolah.
"Jadi lebih memilih tidur di rumah sambil menunggu kabar. Kecuali jika diminta datang ke RS Polri atau ngurus asuransi, baru kesana," ujar pria yang bekerja di bagian Research & Development PT Sky Pasific Indonesia.

Kekhawatiran Keluarga Korban

Begitu pula dengan acara tabur bunga dan doa bersama di lokasi jatuhnya Pesawat Lion Air Selasa siang. Orangtuanya menolaknya karena acara tersebut dikhawatirkan menjadi akhir dari sebuah pencarian penumpang pesawat yang hingga kini belum ditemukan.
"Keluarga maupun dari kami juga tidak setuju ada acara itu, karena seolah laut jadi kuburan para korban," kata alumni SMAKBO Kota Bogor ini.
Sejauh ini, pihak keluarga sudah menyiapkan lahan pemakaman di TPU Rawa Panjang, sebagai tempat peristirahatan terakhir Yustian.
"Hanya saja belum digali karena masih menunggu hasil indentifikasi dari tim DVI Mabes Polri," ungkap Maman.


sumber :  https://www.liputan6.com/news/read/3685998/khawatir-pencarian-korban-lion-air-dihentikan-keluarga-ini-tak-mau-ikut-tabur-bunga?medium=Headline&campaign=Headline_click_1

Sembilan Peristiwa Bersejarah yang Terjadi di Bulan Rajab

Sembilan Peristiwa Bersejarah yang Terjadi di Bulan Rajab Selain Isra’ dan Mi’raj masih banyak peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan Ra...